- Protein cukup yaitu 0,8-1 g/kg BB. Apabila pasien berada dalam keadaan gizi kurang, protein diberikan 1-2-1,5 g/kg BB. Apabila penyakit disertai komplikasi gagal ginjal kronik protein diberikan rendah yaitu 0,6 g/kg BB.
- Energi yang cukup yaitu 25-45 kkal/kg BB. Pada fase akut energi diberikan 1100-1500 kkal/hari.
Lemak cukup yaitu 20-25% dari kebutuhan energi total. Utamakan sumber lemak tidak jenuh ganda, batasi sumber lemak jenuh yaitu 10% dari kebutuhan energi total. Kolesterol dibatasi 300 mg. - Karbohidrat cukup yaitu 60-70% dari kebutuhan energi total. Untuk pasien dengan diabetes melitus diutamakan karbohidrat kompleks.
- Vitamin cukup, terutama vitamin A, riboflavin B6, asam folat, B12, C dan vitamin E.
Mineral cukup, terutama kalsium, magnesium dan kalium. Penggunaan natrium dibatasi dengan memberikan garamdapur maksimal 1 1/2 sendok teh/hari (setara dengan kira-kira 5 gram garam dapur atau 2 gram natrium). - Serat cukup, untuk membantu menurunkan kadar kolesterol darah dan mencegah konstipasi.
Cairan cukup yaitu 6-8 gelas/hari, kecuali pada keadaan edema dan aites, cairan dibatasi. Minuman hendaknya diberikan setelah selesai makan agar porsi makanan dapat dihabiskan. Untuk pasien dengan disfagia, cairan diberikan secara hati-hati. Cairan dapat dikentalkan dengan gel atau guarcol. - Bentuk makanan disesuaikan dengan keadaan pasien.
- Makanan diberikan dalam porsi kecil dan sering.
Kamis, 29 Januari 2015
Nutrisi Untuk Stroke
Sebelum melakukan diet untuk penderita stroke, diperlukan pemenuhan syarat dalam melakukan diat stroke, adalah :
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar